Loading

wait a moment

Berita Indonesia Muara Kasus Tarian Erotis di Jepara

Berita Indonesia Muara Kasus Tarian Erotis di Jepara

Berita Indonesia – Sebagai negara dengan menganut budaya timur, hal-hal yang berbau porno tentu dikecam keras di Indonesia. Baik visual maupun audio, semua hal yang melibatkn porno aksi dan pornografi di Indonesia tertolak karena sangat bertentangan dengan agama dan selalu dianggap sebagai hal yang tidak layak dipertontonkan ke hadapan publik. Pada hari minggu, tepatnya pada tanggal 15 April 2018, ada sebuah perayaan ulang tahun untuk salah satu klub geng motor, dan perayaan ini dilakukan di pantai Kartini, Jepara. Bukan acara ulang tahunnya yang mendapat kecaman banyak masyarakat, namun adanya tarian erotis yang diselenggarakan sebagai salah satu pengisi acara di pantai tersebut. Tarian ini dipertontonkan publik, dan mendapat berbagai kecaman termasuk dari pemerintahnya sendiri.

Masyarakat bahu-membahu dalam menolak serta berprotes keras untuk acara ini. Tidak hanya berupa kecaman lisan saja, namun masyarakat berkumpul dan melakukan unjuk rasa di tempat yang sama untuk lokasi yang digunakan pertunjukkan erotis, yaitu pantai kartini. Masyarakat begitu marah karena adanya tontonan pornografi secara umum, dan ditambah ini dilakukan di tempat asal pahlawan wanita yaitu ibu kartini. Tarian erotis tentu tidak selayaknya dipertontonkan di bumi kartini, karena hal ini sangat bertentangan dengan jasa kartini sebagai wanita yang mendorong emansipasi di Indonesia.

Berbagai spanduk dan tulisan dikumpulkan dan ditampilkan oleh masyarakat yang melakukan unjuk rasa. Bahkan, mereka juga menggalang tanda tangan publik sebagai bentu setuju untuk menghabisi tontonan pornografi publik di bumi jepara. Hadi Priyanto sebagai ketua yayasan kartini Indonesia pun berkata bahwa dia sangat menyesalkan tarian erotis yang diadakan di pantai kartini, karena begitu besarnya jasa kartini yang tidak layak untuk dicoreng dengan aksi tidak senonoh.

Hadi menambahkan, kasus ini diperparah karena dilaksanakan di tanggaal yang sama pada saat umat muslim merayakan hari isra’ mi’raj nabi Muhammad Saw. Hadi juga menyampaikan, bahwa kebebasan pendapat dan berekspresi memang ada di Indonesia, namun sebaiknya tetap dilakukan di ranah yang wajar dan jangan sampai bertentangan dengan etika yang ada di masyarakat. Berita ini tentu mendapat perhatian luas tidak hanya di Jepara saja, namun masuk ke dalam salah satu pembicaraan masyarakat seluruh Indonesia karena cukup mengagetkan masyarakat.

Sebagai bentuk penindaklanjutan dari pihak berwenang, maka kasus ini pun diusut agar mendapatkan dalang dan tersangka di balik kejadian ini. Apalagi, tarian ini menjadi video viral di dunia maya karena ada beberapa orang yang sempat merekam tarian tersebut, sehingga semakin jelaslah mengapa kasus ini perlu diusut di ranah hukum.

Sebagai muaranya, maka tersangka dari panitia dan para penarinya pun ditahan oleh polisi. Sebagai salah satu hasil dari tindak lanjut kasus ini, ditemukan bahwa asal daerah penari yang melakukan tarian erotis adalah kota semarang. Salah satu orang dari panitia yang dijadikan sebagai tersangka adalah inisiator acara erotis di dalam perayaan hari ulang tahun tersebut. Menyikapi hal ini, sudah sepatutnya masyarakat turut andil dalam menolak dan melawan dengan keras pornoaksi di Indonesia. Pornoaksi bukanlah tontonan yang layak untuk dihadapkan pada publik, sehingga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak agar tidak terulang hal yang sama yang terjadi di pantai Kartini, Jepara. Kini, proses hukum sedang berjalan untuk para tersangka dari kejadian tari erotis di Jepara itu.