Loading

wait a moment

Berita Indonesia Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap Untuk Jalan Tol

Berita Indonesia Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap Untuk Jalan Tol

Berita Indonesia – Kemacetan yang terjadi di Ibukota Jakarta memang sudah tidak terhindarkan lagi. Tiap harinya, para penduduk ibu kota harus berdesakan ketika sedang melintasi jalanan padat kota Jakarta. Bahkan, tidak jarang perjalanan dekat saja harus ditempuh selama berjam-jam karena ramainya kendaraan yang mengantri untuk lewat.

Berbagai pemecahan untuk masalah ini sudah dipikirkan sejak dahulu, dan melahirkan beberapa kebijakan baru sebagai upaya untuk mengurangi dan mengatasi tingkat kemacetan yang ada di Jakarta. Salah satunya adalah sistem ganjil genap, sistem perjalanan dengan menitikberatkan plat nomor untuk melintasi tol tertentu. Sistem ini mengatur kendaraan yang melewati tol agar memperhatikan apakah plat nomor yang dimilikinya merupakan plat nomor ganjil atau genap. Jika hari ini adalah hari jadwal nomor genap, maka hanya kendaraan dengan plat genap lah yang boleh melintasi tol tersebut. Sebaliknya, bila hari ini adalah jadwal nomor ganjil, maka plat nomor ganjil saja yang bisa menggunakan jalan itu.

Sistem ganjil genap ini diterapkan terutama untuk tol yang menghubungkan Jakarta dengan Tangerang serta Tol Jagorawi. Hal ini memang wajar adanya karena kedua tol tersebut selalu ramai digunakan dan sangat padat. Sistem ini dilakukan mulai pukul 06.00 hinga pukul 09.00 WIB. Sehingga, untuk mengurangi kepadatan pada jam berangkat kerja tersebut, maka pengguna kedua tol yang telah disebutkan tadi harus mematuhi peraturan ganjil genap yang sudah diterapkan.

Seperti kebanyakan kebijakan pada umumnya, satu kebijakan tentu menuai pro dan kontra. Termasuk salah satunya adalah sistem ganjil genap ini, banyak orang yang setuju dengan sistem ini namun tak sedikit pula yang menentang karena tidak setuju dengan kebijakan yang ada. Orang-orang yang setuju sepakat dengan kenyataan bahwa sistem ini memang bisa mengurangi beban pada jalan tol di jam-jam padat, dan alhasil jalan pun lebih lengang daripada biasanya karena kendaraan yang melintas bisa berkurang hingga 50 persen atau setengah dari jumlah biasanya.

Namun, sebaliknya, ada pula orang-orang yang tidak setuju dengan kebijakan ini karena mereka menganggap ini adalah cara yang random, tidak sesuai dengan kebutuhan para masyarakat. Mereka berdalih bahwa sistem ini akan sangat disayangkan untuk diterapkan, karena jika ada salah seorang yang harus menempuh perjalanan dikarenakan sesuatu yang mendesak, bisa terhambat karena kebijakan seperti ini. Sehingga, tidak sedikit pula suara-suara yang bergaung untuk melawan kebijakan pemerintah. Bahkan, ada orang-orang yang rela mengganti plat nomorya agar bisa melintasi tol tersebut karena plat nomor asli yang dimilikinya bukanlah nomor yang sesuai  dengan hari itu.

Permasalahan ini tentu perlu menjadi perhatian pemerintah, karena bagaimana pun setiap pendapat masayrakat tetap harus diimbangi dengan kebijakan yang tepat. Namun, sebenarntya kebijakan ganjil genap ini pun sudah termasuk berhasil dalam mengurangi tingkat kepadatan jalan raya tol jakarta tangerang dan jogorawi. Sebagai pengalihan jalur bagi kendaraan yang tidak memiliki plat yang sesuai, mereka akan diarahkan ke jalan lain selain tol jogorawi dan jakarta tangerang. Hal ini memang menjadi ide yang menarik. Namun, tetap semua hal memiliki resiko tersendiri. Jika separuh dari kendaraan yang biasanya melintas di jalan tol kemudian dialihkan ke jalan biasa, maka tidak menutup kemungkinan nantinya adalah jalan arterilah yang mendapatkan kemacetan sebagai akibat dari peralihan pengguna jalan tol ke jalan biasa.